Kepindahan David Luiz dari Chelsea ke Arsenal pada Agustus 2019 sempat memicu perdebatan. Bek asal Brasil itu sering dinilai sebagai pemain yang ceroboh dan kerap membuat kesalahan fatal di lini belakang.

Stigma negatif tersebut sudah menempel sejak Luiz bermain untuk PSG dan Chelsea. Salah satu pemicu utamanya adalah komentar tajam Gary Neville di Sky Sports pada November 2011 usai Chelsea takluk 1-2 dari Liverpool. Saat itu, Neville melontarkan analogi bahwa gaya main Luiz seperti dikendalikan anak kecil lewat stik PlayStation.

Pengakuan dan Penyesalan Neville

Berbincang dengan David Ornstein di kanal YouTube The Athletic, Neville akhirnya mengakui bahwa celetukan itu adalah penyesalan terbesar selama ia menjadi pundit. Ia sadar komentar tersebut tidak adil bagi pemain yang bersangkutan.

"Dia membela timnas Brasil, PSG, Chelsea, dan klub-klub top lainnya. Komentar itu terus membayanginya, dan saya merasa hal seperti itu bisa merusak reputasi seorang pemain secara permanen," ucap Neville.

Pembuktian di Arsenal

Walau sempat membuat beberapa blunder pada awal kedatangannya di London Utara, Luiz perlahan mampu menjawab keraguan di bawah asuhan Mikel Arteta.

Arteta memaksimalkan kelebihan Luiz dalam melepaskan operan akurat dari lini belakang serta pengalamannya di laga-lajar besar. Mantan pemain timnas Brasil ini bahkan menjadi andalan dalam formasi 3-4-3 saat Arsenal menjuarai Piala FA 2020, termasuk tampil solid ketika menyingkirkan Manchester City dan mengalahkan Chelsea.

Tidak hanya di atas lapangan, Luiz juga menjadi figur senior yang membimbing bek muda seperti Gabriel Magalhaes. Ia akhirnya meninggalkan Emirates Stadium pada 2021 dengan status sebagai pemain yang disegani di ruang ganti.