Nama Max Dowman jadi bahan perbincangan hangat di kalangan suporter Arsenal selama jeda internasional ini. Aksi gemilangnya dan torehan dua gol saat melawan Ipswich di Carabao Cup memicu diskusi apakah Mikel Arteta sudah saatnya lebih sering memainkan pemain berusia 16 tahun tersebut.

Fakta bahwa Dowman baru mencatatkan 10 menit bermain di Premier League musim ini membuat fans bertanya-tanya, apakah ia sebaiknya dipinjamkan pada bursa transfer Januari nanti. Sejumlah klub Championship kabarnya tertarik menampungnya, sementara Jack Wilshere juga sempat menyuarakan ketertarikan untuk membawanya ke Luton di League One.

Meski demikian, setiap kali diberi kesempatan, ia selalu berhasil unjuk gigi. Sebagian suporter bahkan menilai ia sudah layak dipanggil ke timnas Inggris. Namun, fans Arsenal sepakat pada satu hal: pertahankan dia di Emirates Stadium.

Kenapa Opsi Peminjaman Bukan Ide Bagus?

Meminjamkannya ke klub Championship dinilai tidak akan memberi banyak keuntungan bagi pemain seperti Dowman. Memang benar liganya kompetitif dan keras, serta ia akan mendapat jaminan menit bermain. Namun, gaya sepak bola di sana sangat berbeda dengan apa yang diterapkan Arsenal, yang justru berisiko menghambat perkembangannya.

Sering mendapat tekel keras dari bek-bek senior di Championship mungkin bisa membentuk fisik, tapi itu jauh lebih tidak berguna dibanding belajar cara melakukan pressing, pergerakan, dan kombinasi umpan dalam sistem asuhan Arteta.

Bagaimana kalau dikirim ke luar negeri? Ke Jerman misalnya, seperti yang dialami Ethan Nwaneri? Mungkin saja. Tapi faktanya, kualitas Dowman sudah terlalu tinggi untuk klub Bundesliga di luar Bayern Munchen atau Borussia Dortmund. Saat ini, ia bahkan sudah sangat layak menjadi starter di beberapa klub Premier League.

Belajar dari Kasus Phil Foden dan Lamine Yamal

Di sisi lain, Arteta tampaknya bisa mencontoh cara Pep Guardiola menangani Phil Foden di Manchester City. Pep konsisten menahan Foden di klub meski mendapat banyak desakan untuk meminjamkannya. Foden akhirnya bisa berlatih tiap hari bersama pemain-pemain top seperti Kevin De Bruyne, David Silva, dan Sergio Aguero, menyerap standar dan tuntutan level elit sebelum akhirnya mendapat porsi bermain yang makin banyak.

Lihat juga Lamine Yamal di Barcelona. Ia sudah menjadi starter reguler di usia yang sama dengan Dowman dan menjelma sebagai salah satu pemain terbaik dunia saat ini.

Dowman sudah mencatatkan 15 penampilan bersama tim senior Arsenal, sebuah pencapaian yang sangat jarang untuk pemain seumurannya. Arteta mulai menunjukkan kepercayaannya dan diyakini akan makin sering mengandalkannya sepanjang musim ini, terutama untuk memecah kebuntuan. Aspek taktikal lainnya seperti pressing dan membantu pertahanan akan datang seiring berjalannya waktu.

Solusinya jelas: tahan dia di klub, biarkan ia terus belajar, dan maksimalkan kualitasnya. Dowman bisa menjadi pemain yang sangat krusial bagi Arsenal musim ini.