Myles Lewis-Skelly genap berusia 20 tahun pekan ini. Dalam 12 bulan terakhir, perjalanan karier produk akademi Hale End tersebut bisa dibilang cukup penuh dinamika.
Pada awal tahun, masa depannya di Arsenal sempat tidak pasti. Kesempatan tampil yang minim akibat ketatnya persaingan di posisi bek kiri membuat namanya tersingkir dari skuad timnas Inggris. Rumor kepindahannya pun terus bergulir sepanjang bursa transfer musim panas.
Namun, Mikel Arteta sama sekali tidak berniat melepasnya. Kepercayaan sang manajer dibayar tuntas musim ini, di mana Lewis-Skelly dipercaya turun sebagai starter dalam empat laga awal Premier League yang semuanya berhasil dimenangkan oleh Arsenal.
Fokus pada Hal Mendasar
Performa impresif ini juga membuatnya kembali mendapat panggilan ke timnas Inggris. Kepada The Athletic, Lewis-Skelly mengungkapkan pendekatan yang ia lakukan untuk merebut kembali posisinya di tim utama.
blockquote>"Masa-masa itu memang sulit. Perjalanan karier tidak pernah lurus atau mudah, terutama di klub sebesar Arsenal. Semua pemain ingin tampil dan kesempatan tidak selalu dijamin. Namun, itu adalah momen di mana saya harus belajar memahami diri sendiri, memahami apa yang bisa saya berikan untuk tim, dan fokus pada hal-hal mendasar," ungkapnya.
Hal-hal mendasar yang dimaksud terlihat jelas di lapangan musim ini. Lewis-Skelly tampil cermat dalam membaca arah serangan lawan, rajin melakukan sapuan bola, berani dalam duel 50-50, serta cerdik membuka ruang operan dengan kaki kirinya saat menguasai bola.
Peran tersebut mungkin tidak selayak aksi individu atau gol spektakuler yang kerap menyedot perhatian media, namun kontribusinya sangat krusial bagi keseimbangan tim. Arteta pun mengakui bahwa dirinya kini jauh lebih memahami potensi Lewis-Skelly, yang terbukti lewat dampak besar sang pemain dalam beberapa laga terakhir.