Kebijakan transfer Arsenal di bawah asuhan Mikel Arteta dalam beberapa musim terakhir dinilai cukup sukses. Perencanaan skuad yang matang membantu The Gunners membangun tim yang kompetitif di papan atas Premier League.

Namun, tidak semua keputusan transfer berjalan mulus. Keputusan merekrut Christian Norgaard misalnya, justru minim kontribusi menit bermain jika dibandingkan dengan pemain muda lain yang sempat masuk radar klub.

Keputusan Taktis di Balik Transfer Norgaard

Arsenal sebenarnya sempat punya peluang mendatangkan Chema Andres sebelum sang gelandang bertahan hijrah ke Brighton. Chema, yang gaya mainnya sering disamakan dengan Rodri dalam hal mengatur tempo permainan, langsung nyetel dan tampil menonjol di Premier League.

Kala itu, Arteta dan manajemen klub lebih memilih Norgaard karena pertimbangan pengalaman. Arsenal membutuhkan pemain siap pakai yang sudah paham betul atmosfer sepak bola Inggris untuk menjadi pelapis di lini tengah setelah peran Jorginho mulai bergeser.

Menimbang Kedalaman Skuad

Walau Norgaard bukan pilihan utama di starting XI reguler, pengalamannya tetap berguna untuk kebutuhan rotasi dan kedalaman skuad di laga domestik. Di sisi lain, seandainya Chema bergabung ke Emirates Stadium lebih awal, ia kemungkinan besar akan kesulitan mendapat menit bermain akibat ketatnya persaingan di posisi gelandang bertahan Arsenal saat ini.