Manajer Arsenal, Mikel Arteta, kembali merombak komposisi lini tengahnya saat berhadapan dengan Leeds United. Declan Rice tetap diandalkan sebagai jangkar, namun Arteta membuat keputusan menarik dengan memilih pemain muda Myles Lewis-Skelly sebagai starter ketimbang Bruno Guimaraes.
Guimaraes, yang diboyong dengan nilai transfer mencapai 75 juta poundsterling pada musim panas lalu, tercatat baru satu kali tampil sebagai starter di Liga Inggris musim ini. Performa buruknya saat melawan Brighton—di mana ia sembilan kali kehilangan bola dan menjadi pemain pertama yang diganti—tampaknya masih menjadi alasan utama Arteta memarkirnya di bangku cadangan.
Situasi ini memancing komentar dari mantan penyerang Arsenal, Theo Walcott. Saat berbicara dalam sesi siaran langsung di TikTok sebelum laga, Walcott memberikan pandangannya terkait pilihan gelandang Arteta.
Keseimbangan Antara Lewis-Skelly dan Declan Rice
"Saya sangat suka gaya bermain Myles. Dia mau melakukan pekerjaan kotor yang kadang tidak diambil oleh Declan, sehingga Declan bisa bermain lebih leluasa. Menurut saya, Myles justru lebih natural berperan sebagai gelandang nomor delapan," ujar Walcott.
Keputusan Arteta mengandalkan Lewis-Skelly terbukti bukan tanpa alasan. Setiap kali gelandang jebolan akademi tersebut dipercaya turun sejak menit awal di Premier League musim ini, Arsenal selalu sukses menutup laga dengan kemenangan.
Perdebatan ini pun menjadi perbincangan hangat di kalangan pendukung The Gunners. Sebagian fans merasa duet Rice dan Guimaraes adalah kombinasi ideal di atas kertas mengingat kualitas individu pemain asal Brasil tersebut. Namun, tak sedikit pula yang setuju dengan Walcott bahwa performa impresif Lewis-Skelly saat ini memang membuatnya layak berada di susunan pemain utama.