Arsenal melakukan pembersihan skuad yang cukup masif pada bursa transfer musim panas lalu. Sejumlah pemain lama resmi dilepas, mulai dari Gabriel Martinelli yang dilego ke Al Hilal senilai 60 juta poundsterling, Leandro Trossard ke Besiktas (17 juta poundsterling), Fabio Vieira ke Hamburg, hingga Reiss Nelson yang memutus kontraknya sebelum berlabuh di Feyenoord.

Di detik-detik akhir bursa transfer, giliran Gabriel Jesus yang menyusul hengkang ke Barcelona dengan mahar sekitar 8,6 juta poundsterling. Kepindahan penyerang asal Brasil ini sempat diwarnai isu kurang sedap setelah Jesus mengaku sempat dipisahkan dari sesi latihan tim utama—klaim yang memicu reaksi terkejut dari manajer Arsenal, Mikel Arteta.

Cepat Paham Taktik Hansi Flick

Meski perpisahannya dengan publik London Utara diwarnai sedikit gesekan, Jesus membuktikan profesionalismenya di Catalan. Pelatih Barcelona, Hansi Flick, kini bahkan mempertimbangkan untuk menurunkannya sebagai starter pada laga La Liga kontra Getafe akhir pekan ini menyusul absennya Raphinha akibat cedera.

Flick menilai Jesus sudah sangat memahami skema permainan yang diusungnya di Blaugrana.

“Dia mengalami peningkatan pesat dan sudah beradaptasi dengan gaya main kami. Dalam tiga minggu terakhir, dia berlatih sangat baik dan siap untuk tampil,” puji Flick.

Sangat Efektif dari Bangku Cadangan

Menilik catatan statistik, kontribusi Jesus terbilang ciamik walau kerap memulai laga dari bangku cadangan. Ia langsung mencetak gol pada debutnya di Liga Champions melawan Feyenoord usai memaksimalkan umpan silang Lamine Yamal dalam kemenangan 5-1. Catatan positif itu berlanjut saat berhadapan dengan Racing Santander, di mana ia mencetak gol hanya sepuluh menit setelah masuk ke lapangan.

Sebelum menjatuhkan pilihan pada Jesus sebagai opsi yang lebih hemat, Barcelona sebenarnya sempat mengincar Julian Alvarez—penyerang yang juga sempat masuk radar perburuan Arsenal. Kini, momentum rotasi akibat cedera pemain utama menjadi kesempatan emas bagi Jesus untuk membuktikan kapasitasnya sejak menit pertama.