Dalam keputusan penting di Liga Inggris, Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan yang diarahkan kepada mereka.

Tentu saja pihak City bakal mengajukan banding, dan proses hukum ini masih akan berlanjut dalam waktu dekat.

Meski demikian, untuk saat ini City terbukti bersalah. Walau jenis sanksinya belum diputuskan, ancaman hukuman berat kini mengintai klub asal Manchester tersebut.

Bahkan, muncul spekulasi bahwa City bisa dijatuhi pengurangan poin secara retroaktif, yang berarti gelar juara Liga Inggris yang pernah mereka raih berpotensi dicabut.

Mengingat Arsenal sempat beberapa kali menjadi pesaing terdekat City dalam perburuan gelar pada periode tersebut, muncul pertanyaan apakah Arsenal akan mendapatkan trofi tambahan.

Kasus serupa pernah terjadi pada pertengahan tahun 2000-an. Akibat skandal Calciopoli di Italia, Inter Milan dinobatkan sebagai juara Serie A musim 2006 secara retroaktif, sehingga Arsenal mungkin saja mengharapkan perlakuan yang sama.

Sayangnya buat suporter Arsenal, peluang klub kesayangan mereka mendapat tambahan gelar juara Premier League tampaknya sangat kecil.

Dakwaan finansial Manchester City berkaitan dengan periode antara tahun 2009 hingga 2018. Padahal, Arsenal tidak pernah finis di posisi kedua di bawah City dalam perburuan gelar pada kurun waktu tersebut.

Memang, City juga didakwa karena gagal bekerja sama dengan investigasi Liga Inggris pada musim-musim berikutnya, namun dakwaan itu kecil kemungkinan berujung pada sanksi olahraga yang seberat pencabutan gelar.

Jika nantinya gelar juara City benar-benar dicabut, pihak yang paling diuntungkan justru Liverpool yang finis sebagai runner-up pada 2014, serta Manchester United yang finis di posisi kedua pada 2012 dan 2018.

Arsenal sepertinya tidak akan ketiban 'durian runtuh' berupa gelar juara tambahan. Saat ini, publik masih harus menunggu bentuk sanksi pasti apa yang akan dijatuhkan Liga Inggris kepada City.