Arsenal tentu masih memantau perkembangan kasus hukum Manchester City terkait dugaan 115 pelanggaran aturan finansial Premier League. Jika terbukti bersalah, sanksi berat mulai dari pengurangan poin hingga pencabutan gelar juara berpotensi dijatuhkan kepada skuad asuhan Pep Guardiola.
Skenario tersebut memunculkan spekulasi bahwa Arsenal bisa saja mewarisi trofi juara karena sempat finis sebagai runner-up di bawah City pada musim-musim sebelumnya.
Penilaian Sam Allardyce
Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh mantan manajer Bolton Wanderers dan timnas Inggris, Sam Allardyce. Lewat siniar No Tippy Tappy Football, ia meragukan skuad asuhan Mikel Arteta mau menerima gelar dengan cara seperti itu.
Menurut Allardyce, Arsenal bakal sadar bahwa kegagalan mereka merengkuh trofi di masa lalu lebih disebabkan oleh terpelesetnya performa mereka sendiri, bukan semata karena faktor kecurangan lawan.
"Saya rasa mereka akan melihat ke belakang dan mengakui bahwa mereka kehilangan gelar itu karena kesalahan sendiri," kata Allardyce.
"Arsenal sempat berada di jalur juara dan membiarkannya lepas. Saat itu situasinya murni kegagalan mereka mempertahankan posisi puncak, bukan soal Man City yang melanggar aturan keuangan."
Preseden di Sepak Bola Eropa
Situasi seperti ini sebenarnya pernah terjadi sebelumnya di sepak bola Eropa. Pada tahun 1993 silam, Paris Saint-Germain secara terbuka menolak tawaran untuk mewarisi gelar Ligue 1 milik Marseille yang tersandung skandal korupsi dan pengaturan skor.
Sampai saat ini, belum ada kejelasan apa pun terkait sanksi akhir Man City maupun bagaimana sikap resmi Arsenal jika skenario pencabutan gelar benar-benar terjadi. Meski demikian, menolak gelar hibahan bisa menjadi cara Arsenal menunjukkan bahwa mereka hanya ingin juara melalui persaingan sportif di atas lapangan.