Eberechi Eze tampil penuh selama 90 menit saat timnas Inggris menghadapi Republik Ceko. Ia memulai laga dari posisi sayap kiri sebelum digeser ke lini tengah untuk 20 menit terakhir, peran serupa yang pernah diberikan Thomas Tuchel kepadanya di Piala Dunia. Inggris menang 3-0 dalam pertandingan tersebut, dan Eze tampil efektif setelah mendapat sorotan tajam pada jeda internasional kali ini.
Usai pertandingan, dalam wawancara dengan Football Daily, Eze mendapat pertanyaan langsung mengenai preferensi posisinya, apakah ia lebih nyaman di sayap kiri atau sebagai gelandang sentral. "Saya tidak terlalu mempermasalahkannya, jujur saja. Keduanya berbeda, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan serta tantangan tersendiri," ujar Eze. "Saya menikmati keduanya, mencari ruang, menciptakan peluang mencetak gol maupun assist. Jadi ya, saya menikmati kedua peran itu."
Kebutuhan Mendesak Arsenal di Sisi Kiri
Cedera hamstring yang dialami Christos Tzolis membuat Arsenal kehilangan opsi utama di sektor sayap kiri untuk beberapa laga ke depan. Eze menjadi kandidat paling alami untuk mengisi posisi tersebut, meski performanya di pos tersebut kerap naik turun. Potensi besar di posisi sayap kiri masih belum sepenuhnya tergali secara maksimal.
Pernyataan Eze menunjukkan kesiapannya bermain di mana saja sesuai kebutuhan tim. Namun, Arsenal kini sangat membutuhkan kontribusi nyata dari sang pemain untuk mengamankan posisi winger kiri sepeninggal Tzolis. Kualitas teknis Eze sudah terbukti, dan kini saatnya Mikel Arteta memberikannya kesempatan tampil konsisten sejak menit awal, dimulai dari laga melawan Leeds United akhir pekan nanti.